
Pada saat menunggu buka puasa sambil menonton televisi, bukan nya kita bersalawat, kita malah disuguhi iklan yang membosankan. Apalagi iklan sekarang yang menyesatkan. Ada iklan yang mengatakan makan garam bikin anak pintar, yang saya tahu kebanyakan garam malah gigantisme, kecuali anak anda pengen jadi pemain basket :-). Ada juga iklan yang memberikan bonus ini itu, tetapi ada tulisan "syarat dan ketentuan berlaku". Malah ada iklan dari tokoh masyarakat yang hanya memberikan ucapan selamat berbuka padahal belum waktunya berbuka puasa, walah, salah alamat tuh, atau hanya mau nampang diteve? Bisa jadi. Seharusnya, menunggu bedug buka puasa kita disuguhi shalawat, doa doa. Agar buka puasa lebih bermakna religi dari pada diisi iklan iklan memuakkan
No comments:
Post a Comment